Baiklah, ini dia kisah dracin fantasi berjudul 'Bunga Merah di Pesta Pemakaman Cinta': **Bunga Merah di Pesta Pemakaman Cinta** *Lentera-lentera* menyala terapung di permukaan Sungai Forgetfulness, cahaya mereka menari-nari, memantulkan bulan yang pucat di atas. Di dunia manusia, Li Mei baru saja menghembuskan nafas terakhirnya, sebuah akhir tragis bagi cinta yang dikhianati. Namun, di dunia roh, kematiannya adalah *AWAL*. Bayangan-bayangan di Tembok Bisikan mulai berbicara, suara mereka serak dan penuh rahasia. Bulan Purnama Ungu, saksi bisu segala cinta dan pengkhianatan, *MENGINGAT* namanya: Li Mei. Bukan hanya seorang wanita fana, tetapi pewaris garis keturunan penjaga gerbang antara dunia manusia dan dunia roh. Li Mei terbangun di dunia roh, bukan sebagai arwah penasaran, melainkan sebagai *Xin Yue*, sang Penjaga Bulan Sabit. Ia mendapati dirinya berada di tengah Pesta Pemakaman Cinta, perayaan kelam yang hanya diadakan ketika seorang penjaga gerbang meninggal. Di sana, bunga-bunga *merah* bermekaran di antara nisan-nisan yang usang, menebarkan aroma manis yang memabukkan, aroma kematian dan harapan. Sosok *Bai Lian*, roh rubah tampan dengan sembilan ekor perak, mendekatinya. Bai Lian adalah pemandu sekaligus pelindungnya di dunia roh, tetapi matanya menyimpan kesedihan yang dalam, dan senyumnya menyembunyikan *RAHASIA*. Ia menjelaskan takdir Xin Yue, tugasnya untuk menjaga keseimbangan antara dua dunia. "Kematianmu di dunia manusia bukanlah akhir, Xin Yue. Itu adalah *TRANSFORMASI*," bisik Bai Lian, suaranya lembut seperti desiran angin. Namun, keindahan dunia roh menyembunyikan bahaya yang mengintai. Kekuatan Xin Yue menarik perhatian roh-roh jahat yang ingin menembus gerbang dan menghancurkan keseimbangan. Li Mei, atau Xin Yue, harus mempelajari seni pengendalian energi bulan dan melawan kegelapan yang mengancam. Semakin dalam Xin Yue menyelami takdirnya, semakin banyak pertanyaan yang muncul. Mengapa ia dibunuh di dunia manusia? Siapa yang mengkhianatinya? Dan mengapa Bai Lian selalu tampak begitu sedih ketika menatapnya? *Bayangan masa lalu* mulai menghantuinya. Penglihatan tentang kekasihnya, Zhang Wei, mengkhianatinya dengan sahabatnya sendiri, Lin Rou, muncul berulang kali. Namun, ada sesuatu yang tidak beres. Ada kejanggalan dalam ingatan itu, seperti lukisan yang sengaja diubah warnanya. Suatu malam, ketika Bulan Purnama Ungu bersinar paling terang, Xin Yue menemukan kebenaran yang mengerikan. Zhang Wei tidak mengkhianatinya. Ia dikendalikan oleh *Lin Rou*, yang ternyata adalah inkarnasi dari *Iblis Bulan*, makhluk jahat yang ingin menghancurkan gerbang antara dunia manusia dan dunia roh. Kematian Li Mei telah direncanakan dengan cermat untuk membuka jalan bagi Iblis Bulan. *Siapa yang mencintai, dan siapa yang memanipulasi takdir?* Cinta sejati Zhang Wei dikorbankan, sementara dendam Lin Rou menjadi senjata penghancur. Bai Lian, yang selama ini tampak melindungi Xin Yue, ternyata adalah reinkarnasi dari kekasih Xin Yue di kehidupan sebelumnya, yang berjanji untuk melindunginya dari bahaya, bahkan dengan mengorbankan kebahagiaannya sendiri. Pertarungan terakhir terjadi di tepi Sungai Forgetfulness. Xin Yue, dengan kekuatan bulan di nadinya, menghadapi Iblis Bulan. Bai Lian, dengan sembilan ekor peraknya, melindunginya dari serangan mematikan. Pada akhirnya, Xin Yue berhasil mengalahkan Iblis Bulan, mengembalikan keseimbangan ke dua dunia. Namun, kemenangan itu pahit. Bai Lian terluka parah. Sebelum menghilang menjadi debu bintang, ia menatap Xin Yue dengan cinta dan penyesalan. "Takdir kita terjalin, selamanya dan abadi…" *Debu bintang akan berbisik, sampai bulan kembali menyinari.*
You Might Also Like: Review Face Wash Untuk Kulit Berminyak

Share on Facebook