Baik, ini dia kisah dracin intens yang Anda minta: **Aku Mencintaimu di Setiap Kehidupan, Tapi Selalu Harus Kehilanganmu** Malam itu pekat. Salju turun dengan ganas, menutupi segalanya dengan lapisan putih yang dingin dan mematikan. Di tengah hamparan putih itu, darah mengalir, menodai kesucian salju dengan warna merah yang ***PEDIH***. Di kuil tua yang nyaris runtuh, aroma dupa berpadu dengan bau anyir darah, menciptakan suasana mencekam yang tak tertahankan. Dia, Jiang Yue, berlutut di depan altar. Gaun merahnya yang dulu megah kini compang-camping dan ternoda. Air matanya membeku di pipi, membentuk jalur es yang berkilauan. Di hadapannya, terbaring tubuh pria yang dicintainya, Li Wei, dengan pedang menancap di dadanya. "Kenapa, Li Wei? Kenapa setiap kehidupan kita berakhir seperti ini?" bisik Jiang Yue, suaranya parau dan bergetar. Li Wei, dengan sisa-sisa napas terakhirnya, tersenyum tipis. "Takdir… takdir kita memang untuk saling mencintai… dan saling menghancurkan." Cinta mereka adalah api yang membara, namun juga jurang yang dalam. Di setiap reinkarnasi, mereka bertemu, saling jatuh cinta, dan kemudian terjerat dalam jaring kebencian dan pengkhianatan. Mereka adalah dua jiwa yang ditakdirkan untuk bersama, namun juga dikutuk untuk saling menyakiti. ***RAHASIA*** lama, yang terpendam selama berabad-abad, perlahan terkuak. Ternyata, di kehidupan lampau, Jiang Yue adalah putri seorang jenderal yang dikhianati oleh Li Wei, seorang pengkhianat yang haus kekuasaan. Di atas abu kejayaan yang hancur, Jiang Yue bersumpah untuk membalas dendam. Sumpah itu terus bergema di setiap jiwa mereka, menghantui setiap kehidupan mereka. "Aku mencintaimu, Jiang Yue," desis Li Wei, darah memuncrat dari mulutnya. "Tapi… aku tidak pantas untukmu." "Aku membencimu, Li Wei," balas Jiang Yue, air matanya semakin deras. "Tapi… aku tidak bisa hidup tanpamu." Dengan tangan gemetar, Jiang Yue mencabut pedang dari dada Li Wei. Matanya kosong, wajahnya pucat pasi. Dia berdiri, berjalan menuju jendela, dan menatap hamparan salju yang tak berujung. Malam itu, *balas dendam* datang. Bukan dengan teriakan dan amarah, melainkan dengan ketenangan yang menakutkan. Jiang Yue tidak akan membalas dendam secara fisik. Dia akan menghancurkan dinasti yang dibangun Li Wei di kehidupan ini, menghancurkan semua yang dicintainya, membuatnya menyesal dilahirkan. Itu adalah *BALASAN* dari hati yang terlalu lama menunggu, dari cinta yang telah berubah menjadi kebencian abadi. Dia tidak akan membunuh Li Wei. Dia akan membuatnya hidup dalam penyesalan, menyaksikan kerajaannya hancur berkeping-keping, dan merindukannya selamanya. Jiang Yue berbalik, tersenyum dingin. "Kematianmu terlalu mudah, Li Wei. Penderitaan abadi adalah hadiah yang lebih pantas untukmu." Dia berjalan keluar dari kuil, meninggalkan tubuh Li Wei yang dingin membeku di tengah salju. Udara malam dipenuhi dengan aroma darah, dupa, dan dendam. Di kejauhan, lolongan serigala memecah kesunyian. Dia akan memastikan bahwa namanya akan dikenang sebagai legenda teror yang menghantui setiap sudut dunia… *…dan di kehidupan selanjutnya, dia akan memulainya lagi.*
You Might Also Like: 5 Rahasia Interpretasi Mimpi Diserang

Share on Facebook