Baiklah, ini dia kisah Dracin pendek yang berjudul 'Bayangan yang Tersesat di Langit Gelap': **Bayangan yang Tersesat di Langit Gelap** Angin berhembus dingin di Pelataran Seribu Bintang. Wei Lian, seorang tabib muda, menggigil. Bukan karena cuaca, melainkan karena penglihatan yang tiba-tiba menghantuinya. *Kilasan* pedang berlumuran darah, senyum sinis di wajah seorang pria, dan jeritan kepedihan yang menusuk hingga ke tulang sumsum. Ia selalu merasa *asing* di dunia ini, meskipun sudah dua puluh tahun ia menghirup udaranya. Seolah ada kehidupan lain yang lebih nyata, kehidupan di mana ia, Putri Yuè, meregang nyawa karena pengkhianatan. Penglihatan itu semakin sering datang, semakin jelas. Ia ingat aroma dupa cendana, lukisan burung phoenix di dinding, dan tatapan mata Pangeran Li yang begitu... mendamba. Namun, di mata itu pula ia melihat *bayangan* kegelapan. Suatu hari, Pangeran Li datang ke desanya. Ia, yang sekarang hanya Wei Lian, merasakan jantungnya berdebar tak karuan. Pria itu masih tampan, masih memancarkan aura kekuasaan. Tapi kini, ia melihat dengan jelas: senyumnya palsu, matanya menyimpan rencana jahat. Pangeran Li berencana membangun kuil untuk mengenang Putri Yuè. Wei Lian tahu, itu hanya kedok. Ia tahu, di balik kuil itu, ada *sumur* terkutuk yang akan menyerap energi spiritual desa, demi memperpanjang umur Pangeran Li. Wei Lian tidak punya kekuatan untuk bertarung. Ia bukan lagi seorang putri dengan ribuan prajurit. Tapi ia punya akal. Ia mendekati Pangeran Li, berpura-pura terpesona dengan pesonanya. Ia bahkan menawarkan diri untuk membantu pembangunan kuil. Di malam *bulan purnama*, Wei Lian menyelinap ke sumur terkutuk. Ia menaburkan ramuan penangkal, ramuan yang dia pelajari dari buku-buku tua yang ditinggalkan Putri Yuè. Ramuan itu tidak akan membunuh Pangeran Li, tapi akan membuatnya kehilangan kekuatannya. Ia akan menjadi pria biasa, rapuh dan fana. Pangeran Li meraung marah saat menyadari pengkhianatan Wei Lian. "Kau... SIAPA KAU SEBENARNYA?!" Wei Lian hanya tersenyum tipis. "Aku adalah bayangan dari masa lalu, yang kembali untuk mengubah masa depan." Kuil itu tetap dibangun, tapi tidak berfungsi seperti yang diharapkan Pangeran Li. Energi spiritual desa tetap utuh. Pangeran Li, kehilangan kekuatannya, hidup dalam penyesalan. Wei Lian, setelah memastikan desanya aman, pergi tanpa jejak. Di puncak gunung tertinggi, ia menatap langit yang dipenuhi bintang. Ia tahu, perjalanannya belum selesai. Masih ada janji yang belum ditepati, dendam yang belum sepenuhnya terbalas. Ia berbisik pelan ke arah langit: Aku akan kembali, meskipun butuh seribu tahun lagi, aku akan kembali dan... _membayar semuanya lunas._
You Might Also Like: 77 Solo Skinny Latina Riding Huge Dildo

Share on Facebook