Baiklah, ini dia cerita pendek bergaya dracin yang Anda inginkan: **Aku Mencintaimu Sampai Akhir Dunia, Bahkan Setelah Dunia Berhenti Berputar** Angin malam di tepi Sungai Yangtze berbisik lirih, sama lirihnya dengan alunan guqin yang ku mainkan. Jemariku menari di atas senar, menciptakan melodi sendu yang mengiringi hatiku yang remuk. Dulu, melodi ini selalu membuat *dia* tersenyum. Sekarang, hanya menemani kesunyianku. Dua tahun. Dua tahun aku menyerahkan seluruh hatiku pada Li Wei. Dua tahun aku percaya pada sumpahnya, pada tatapan matanya yang—dulu—terlihat tulus. Dua tahun pula aku menyimpan *rahasiaku*. Rahasia yang tak boleh terungkap, meski nyawaku taruhannya. Aku melihatnya menikah dengan Mei Lin di kuil bulan lalu. Pakaian pengantin merah menyala itu bagaikan bara api yang membakar habis sisa-sisa harapanku. Aku hanya berdiri di kejauhan, tersembunyi dalam bayangan pohon sakura yang berguguran. **TAK ADA AIR MATA.** Aku memilih diam. Bukan karena aku lemah, tapi karena rahasia ini lebih berharga daripada harga diriku. Setiap malam, aku berlatih guqin di tepi sungai. Orang-orang mengira aku sedang meratapi patah hati. Mereka tidak tahu, setiap nada yang ku petik adalah mantra. Setiap getaran senar adalah benang takdir yang sedang ku rajut ulang. Misteri kecil mulai bermunculan. Bisnis keluarga Li Wei yang semula gemilang, mulai meredup. Kontrak-kontrak penting dibatalkan. Mei Lin, yang dulu selalu terlihat anggun dan penuh senyum, kini sering terlihat murung dan menyendiri. Bahkan, aku mendengar desas-desus tentang ***kutukan*** yang menimpa keluarga Li. Aku tahu apa *kutukan* itu. Itu adalah buah dari perbuatannya. Buah dari pengkhianatannya. Dia tidak tahu, identitasku yang sebenarnya. Dia tidak tahu, aku adalah putri dari klan Bai yang ia hancurkan demi ambisinya. Rahasianya adalah ini: Li Wei telah membunuh ayahku dan mencuri pusaka klan Bai, sebuah jimat kuno yang memberikan kekuatan dan keberuntungan. Aku menyamar, mendekatinya, dan membiarkan dia jatuh cinta padaku. Tujuanku hanya satu: *mengembalikan* apa yang menjadi milikku. Dengan sabar, aku mempelajari kelemahannya. Dengan cermat, aku mengumpulkan bukti-buktinya. Dengan tenang, aku menunggu waktu yang tepat untuk bertindak. Aku tidak akan membunuhnya. Aku tidak akan menyakitinya secara fisik. Balas dendamku lebih halus, lebih menyakitkan. Kini, jimat itu telah kembali ke tanganku. Kekuatan dan keberuntungan klan Bai mengalir kembali. Keluarga Li Wei bangkrut. Mei Lin meninggalkan Li Wei, membawa serta seluruh hartanya. Li Wei ditinggalkan sendirian, terlantar di tepi sungai, menatap kosong ke arah air yang mengalir. Aku menatapnya dari kejauhan. Matanya sayu, wajahnya penuh penyesalan. Dia akhirnya mengerti. Dia akhirnya menyadari siapa aku sebenarnya. Aku berbalik dan melangkah pergi. Angin malam berbisik lebih kencang, seolah mengucapkan selamat tinggal. Aku telah membalas dendam. *Tanpa kekerasan*. Hanya takdir yang berbalik arah. Pahit, namun indah. Namun, satu pertanyaan terus menghantuiku: Apakah aku benar-benar bahagia dengan balas dendam ini? Dan di kejauhan, alunan guqin yang sayu masih terdengar, mengalun bersama angin malam, membawa serta rahasia yang *akan selalu* ku simpan…
You Might Also Like: Arti Mimpi Disengat Burung Jalak Suren

Share on Facebook