Baik, ini dia kisah Dracin yang kamu minta: **Kaisar Itu Menyerah Pada Cinta, Dan Dunia Pun Menyerah Padanya** Aula Emas Istana Terlarang berkilauan di bawah ribuan lilin. Bayangan menari liar di dinding, memperpanjang tatapan tajam para pejabat yang berbaris rapi. Aroma dupa cendana bercampur dengan bau pengkhianatan yang samar-samar, meresap ke dalam setiap helai sutra yang mendekorasi ruangan itu. Di sanalah Kaisar Zhao Ming, sang *Penguasa Langit*, duduk dengan angkuh di atas singgasananya. Wajahnya yang tampan bagaikan pahatan dewa, namun matanya menyimpan lautan badai yang tak terduga. Di sampingnya, berdiri selir kesayangannya, Wei Lian. Cantiknya memesona, bagaikan bunga teratai yang mekar di tengah danau yang tenang. Namun, di balik senyum manisnya, tersembunyi kecerdasan yang lebih tajam dari pedang baja. Cinta mereka, atau lebih tepatnya **obsesi** Zhao Ming pada Wei Lian, adalah buah bibir di seluruh istana. Para kasim berbisik di balik tirai sutra, para selir mendengus iri di balik kipas, dan para pejabat berdebat sengit tentang pengaruh Wei Lian yang semakin besar. "Yang Mulia terlalu dibutakan oleh kecantikan. Perempuan itu akan membawa kehancuran!" desis Perdana Menteri Li, seorang lelaki tua dengan janggut putih yang panjang. Namun, Zhao Ming tidak peduli. Wei Lian adalah satu-satunya pelipur lara di tengah kesepiannya sebagai kaisar. Dia adalah matahari di tengah kegelapan, kehangatan di tengah badai salju. Setiap janjinya pada Wei Lian adalah titah, setiap tatapannya adalah dekrit. Namun, Wei Lian bukan hanya sekadar bunga indah yang menunggu dipetik. Dia memiliki *rahasi*a yang terkubur dalam-dalam. Sebuah rahasia tentang pengkhianatan, pembunuhan, dan **KEHANCURAN** keluarganya di masa lalu. Cinta Zhao Ming adalah senjatanya. Dia memanfaatkan kekaguman sang kaisar untuk mengumpulkan informasi, membangun aliansi, dan merencanakan pembalasan dendamnya. Setiap bisikan mesra adalah mata-mata, setiap sentuhan lembut adalah racun. Puncaknya tiba pada malam perayaan ulang tahun kaisar. Di tengah kemeriahan, di bawah langit bertabur bintang, Wei Lian maju ke depan. Dengan anggun, dia membungkuk di hadapan Zhao Ming. "Yang Mulia," bisiknya dengan suara merdu, "saya memiliki hadiah untuk Anda." Dia mengangkat tangannya, dan para penjaga membawa Perdana Menteri Li, terikat dan berlumuran darah. "Dialah yang membunuh ayahku, dialah yang merencanakan kejatuhan keluargaku," Wei Lian berkata, suaranya bergetar karena amarah yang telah lama dipendam. Zhao Ming terkejut. Dia menatap Wei Lian, lalu ke Perdana Menteri Li. Keraguan berkecamuk dalam benaknya. Tapi, cintanya pada Wei Lian terlalu besar untuk dilawan. "Bawa dia pergi!" perintahnya dengan suara bergetar. "Eksekusi dia di depan umum!" Perdana Menteri Li diseret keluar, menjerit dan memohon ampun. Wei Lian menatap kepergiannya tanpa ekspresi. Dia telah membalaskan dendamnya. Malam itu, Wei Lian berdiri di balkon istana, menatap ke arah Kota Terlarang yang luas. Dia telah memenangkan permainannya. Kaisar telah menyerah pada cintanya, dan dunia pun menyerah padanya. Namun, dia tahu bahwa ini barulah permulaan. Ada lebih banyak musuh yang harus dihadapinya, lebih banyak dendam yang harus dibalas. Dia akan menggunakan kekuasaan yang telah diperolehnya untuk mengubah seluruh kekaisaran, sesuai dengan visinya. Dia tersenyum tipis, senyum yang dingin dan mematikan. Di tangannya, tergenggam sebuah jepit rambut giok, dengan ukiran naga yang tersembunyi di baliknya. _Dan rahasia yang terkandung di dalamnya, baru akan memulai babak selanjutnya dari dinasti yang terguncang._
You Might Also Like: 0895403292432 Peluang Bisnis Skincare
Share on Facebook