**Judul: Kau Melangkah Menjauh dari Sekte, dan Aku Tinggal Menatap Punggungmu dengan Bangga Sekaligus Hancur** Di antara dunia yang hidup dan dunia arwah, sebuah kisah sunyi terukir. Hujan selalu turun di atas makam leluhur Sekte Bulan Purnama, seolah langit pun berduka tanpa akhir. Di sanalah aku berdiri, Li Wei, menatap nisan yang dingin dan basah, bayangan diriku menolak untuk pergi, sama keras kepalanya dengan kenangan tentangmu, Xiao Yun. Kau, murid terhebat sekte, harapan semua orang, memutuskan untuk pergi. Alasanmu tak pernah terucap, hanya sebuah surat yang kau tinggalkan di kamarmu yang kosong, berisikan permohonan maaf dan janji untuk *tidak kembali*. Kau melangkah menjauh dari sekte, dan aku, gurumu, tinggal menatap punggungmu dengan bangga sekaligus hancur. Bangga karena kau memilih jalanmu sendiri, hancur karena jalan itu membawamu menjauh dariku. Lalu, kau meninggal. Kabar itu datang seperti petir di siang bolong, meremukkan hatiku menjadi serpihan yang tak mungkin disatukan kembali. Mereka bilang kau mati dalam pertempuran melawan iblis, mengorbankan dirimu untuk melindungi desa. Heroik, memang. Tapi aku tahu, jauh di lubuk hatiku, ada sesuatu yang *tidak benar*. Setelah kematianmu, aku merasakan kehadiranmu di sekitarku. Bukan sebagai hantu yang menakutkan, tapi sebagai ROH yang gelisah, terikat pada dunia yang kau tinggalkan dengan urusan yang belum selesai. Aku bisa merasakan kesedihanmu, penyesalanmu, dan... kebenaran yang belum terungkap. Maka, aku mulai mencari. Bukan balas dendam atas kematianmu, bukan pula jawaban atas alasan kepergianmu, tapi kedamaian. Aku mencari kedamaian untukmu, Xiao Yun, dan kedamaian untuk diriku sendiri. Aku menelusuri jejakmu, dari desa terpencil hingga reruntuhan kuil kuno. Aku menemukan petunjuk-petunjuk kecil, potongan teka-teki yang perlahan membentuk sebuah gambar yang mengerikan. Iblis yang kau lawan bukanlah iblis biasa. Ia adalah perwujudan dari kebencian dan dendam, *diciptakan* oleh seseorang yang sangat dekat dengan sekte. Kau pergi untuk melindungi sekte, bukan dari iblis, tapi dari pengkhianat. Kau tahu kebenaran itu akan menghancurkan segalanya, meruntuhkan fondasi yang telah dibangun selama berabad-abad. Maka, kau memilih untuk mengorbankan dirimu sendiri, menanggung beban itu sendirian. Akhirnya, aku menemukanmu. Bukan jasadmu, tapi esensimu, terperangkap dalam labirin jiwa yang diciptakan oleh sang pengkhianat. Aku membebaskanmu, Xiao Yun. Aku menghadapi sang pengkhianat, bukan dengan amarah, tapi dengan kesedihan dan pemahaman. Ia hanyalah korban dari masa lalu yang pahit, terjerat dalam rantai kebencian yang tak berkesudahan. Setelah semua kebenaran terungkap, setelah kedamaian akhirnya datang, aku melihatmu lagi. Rohmu, bersinar lembut seperti rembulan, bebas dari beban duniawi. Kau menatapku dengan mata yang penuh kasih, dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku melihat senyuman di wajahmu. *Dan aku tahu, kau telah menemukan kedamaianmu.* Itu adalah akhir, sekaligus awal dari segalanya…
You Might Also Like: Agen Skincare Reseller Dropship Kota
Share on Facebook