## Aku Mencintaimu di Tengah Perang, Tapi Takdir Menulis Kita Sebagai Musuh **Bab 1: Lentera yang Menyala di Air** Di dunia manusia, aroma dupa cendana bercampur amisnya darah. Langit malam berkabut, nyaris tak menampakkan rembulan. Di dunia roh, *Jingga* warna yang tak pernah ada di dunia manusia menari di atas air terjun yang tak pernah berhenti mengalir. Dua dunia yang terikat, dua dunia yang berperang. Namaku Lin Wei, seorang putri dari Dinasti Yan yang terpencil. Di dunia ini, aku adalah seorang jenderal wanita, memimpin pasukan melawan invasi dari Alam Bayangan. Di dunia roh... aku hanya bisa merasakan bisikan *sakit* dan *bingung*. Lentera-lentera terapung di sungai, masing-masing membawa nama prajurit yang gugur. Di dunia manusia, mereka adalah pelita bagi arwah yang tersesat. Di dunia roh, lentera-lentera itu adalah *mata* yang mengamati, *telinga* yang mendengar. Malam ini, salah satu lentera itu bersinar lebih terang dari yang lain. Bayangan di dinding kastil berdansa, membisikkan nama yang membuat jantungku berdebar: "Xiao Chen… Xiao Chen…" Xiao Chen adalah panglima perang Alam Bayangan. Musuhku. Tapi... kenapa hatiku terasa seperti *terkoyak* mendengar namanya? **Bab 2: Bayangan yang Bicara** "Putri Wei," suara itu memanggilku. Suara itu bukan berasal dari manusia. Bayangan di belakangku memanjang, membentuk wujud seorang pria dengan mata obsidian yang menusuk. "Kematianmu di dunia lama bukanlah akhir, melainkan permulaan." Kata-kata itu terasa seperti *belati es* yang menghujam dadaku. Dunia lama? Kematian? Aku hanya mengingat peperangan ini, kebencian ini… "Siapa kau?" tanyaku, suaraku bergetar. "Aku adalah Penjaga Kenangan. Aku menyimpan sisa-sisa dari dirimu yang hilang. Di dunia roh, kau dikenal sebagai Li Meng, seorang peramal yang memiliki kekuatan untuk memanipulasi takdir. Dan Xiao Chen…" Bayangan itu terdiam, senyum tipis tersungging di bibirnya. "Dia adalah cinta pertamamu. Tapi takdir memilih kalian sebagai musuh." Aku menggelengkan kepala. Mustahil! Aku tidak mungkin mencintai musuhku. Tapi semakin aku menyangkalnya, semakin kuat ingatan itu menyeruak. Taman sakura di bawah bulan purnama, tawa renyah, dan ciuman lembut di bawah bintang-bintang. *INGATAN!* Itu bukan milikku. Atau… mungkinkah? **Bab 3: Bulan yang Mengingat Nama** Setiap malam, aku bermimpi. Mimpi tentang dunia roh, tentang Li Meng, tentang Xiao Chen. Di dalam mimpi itu, Xiao Chen bukanlah seorang panglima perang, melainkan seorang pemuda yang lembut dan penuh kasih. Kami berjanji untuk mengubah takdir, untuk menghentikan perang antar dunia. Tapi kemudian, mimpi itu berubah menjadi mimpi buruk. Li Meng dituduh mengkhianati dunia roh, menggunakan kekuatannya untuk membantu dunia manusia. Dia dihukum mati. Xiao Chen, yang saat itu masih seorang pemuda biasa, tidak bisa berbuat apa pun untuk menyelamatkannya. Bulan di langit dunia roh tampak seperti *mata* yang mengawasi. Ia mengingat nama Li Meng, nama Xiao Chen, nama Lin Wei. Ia menyimpan semua rahasia. Dan malam ini, ia membisikkan ke telingaku: "Kau tidak mati, Li Meng. Kekuatanmu terlalu besar untuk dihancurkan. Kau dilahirkan kembali di dunia manusia, sebagai Lin Wei. Dan Xiao Chen… dia mengikuti jejakmu. Dia juga bereinkarnasi." **Bab 4: Kebenaran yang Memilukan** Di medan perang, aku berhadapan langsung dengan Xiao Chen. Matanya masih sama: obsidian yang menusuk, tapi kini dipenuhi dengan kesedihan yang mendalam. "Lin Wei," dia berbisik, suaranya penuh dengan penyesalan. "Atau haruskah aku memanggilmu Li Meng?" Aku terkejut. Bagaimana dia bisa tahu? "Aku mengingat semuanya," katanya. "Mimpi-mimpi itu… semua itu nyata. Kita dulu saling mencintai, Li Meng. Tapi mereka memisahkan kita, mengubah kita menjadi musuh." Dia menjelaskan. Perang antar dunia ini bukan terjadi secara alami. Ada kekuatan yang lebih besar yang memanipulasi segalanya. Orang-orang *TAMAK* akan kekuasaan, yang ingin menguasai kedua dunia dengan memicu peperangan abadi. Mereka adalah dalang di balik kematian Li Meng, di balik reinkarnasi kami. Tapi siapa mereka? Siapa yang begitu berkuasa untuk memainkan takdir seperti ini? **Bab 5: Mantra yang Menggantung** Kebenaran terkuak di malam yang berdarah. Penjaga Kenangan, bayangan yang selama ini menuntunku, ternyata adalah dalang di balik semua ini! Dia adalah seorang *DEWA* yang bosan dengan keabadian, yang ingin menciptakan drama abadi dengan mengorbankan kami. Dia adalah yang mencintai, dengan cara yang *TERPELINTIR*. Dia yang memanipulasi takdir. Dia menciptakan Li Meng dan Xiao Chen, menciptakan Lin Wei dan Xiao Chen, hanya untuk menyaksikan kami saling mencintai dan saling membenci, saling membunuh dan saling menghidupkan kembali. Dia ingin melihat sejauh mana manusia bisa bertahan dalam penderitaan. Dengan kekuatan gabungan dari Lin Wei dan Xiao Chen, kami berhasil mengalahkannya. Tapi kemenangan ini terasa pahit. Kebenaran terlalu menyakitkan untuk diterima. Aku menatap Xiao Chen, matanya masih dipenuhi dengan kesedihan. Aku tidak tahu apakah kami bisa bersama di kehidupan ini. Terlalu banyak luka, terlalu banyak pengkhianatan. Malam sunyi. Angin berbisik, membawa serta satu kalimat menggantung yang terdengar seperti mantra: *Semoga cinta menemukan jalannya, meskipun di antara debu bintang dan air mata keabadian…*
You Might Also Like: 0895403292432 Jual Skincare Yang Cocok
Share on Facebook