Baiklah, ini dia cerita pendek bergaya *dracin*, "Langit yang Menyaksikan Dosa Kaisar": **Langit yang Menyaksikan Dosa Kaisar** Alunan *guqin* memenuhi Paviliun Anggrek, meliuk-liuk bersama hembusan angin malam. Jari-jari *Ling Wei* yang lentik menari di atas senar, menciptakan melodi sendu yang seolah meratapi nasibnya. Di luar sana, gemerlap lentera menghiasi Kota Terlarang, namun di hatinya, hanya ada KELAM. Lima tahun sudah berlalu sejak malam itu. Malam di mana Kaisar, pria yang dicintainya dengan segenap jiwa, menikahi *Permaisuri Mei*. Bukan itu yang menyakitkan. Yang menghancurkan Ling Wei adalah bisikan-bisikan yang sampai ke telinganya, bisikan tentang bagaimana Kaisar dan Permaisuri MERENCANAKAN kematian ayah Ling Wei, seorang jenderal yang setia. Namun, ia diam. Bukan karena takut, bukan pula karena lemah. Ia menyimpan rahasia besar. Sebuah rahasia yang jika terungkap, akan mengguncang kekaisaran hingga ke akarnya. *Ling Wei mengandung darah Kaisar*. Setiap hari, ia melihat Kaisar dari kejauhan. Pria itu tampak bahagia, berkuasa. Tapi Ling Wei melihat bayangan ketakutan di matanya, seolah dia tahu, suatu saat nanti, dosa-dosanya akan MENGHANTUINYA. Keanehan mulai terjadi. Pelayan-pelayan istana tiba-tiba sakit parah, tanpa sebab yang jelas. Racun? Mungkin. Tapi siapa yang berani meracuni istana? Ling Wei mencium aroma aneh dalam teh yang disajikan padanya. Dia tidak meminumnya, tentu saja. Suatu malam, seorang dayang datang tergopoh-gopoh. “Putri Ling Wei… Permaisuri… dia… *dia meracuni Kaisar*!” Dunia Ling Wei runtuh. Mengapa? Mengapa setelah lima tahun, Permaisuri melakukan ini? Lalu, semuanya JELAS. Lima tahun lalu, sebelum kematian jenderal, Kaisar mempercayakan sebuah *dokumen rahasia* padanya. Dokumen itu berisi bukti kejahatan Permaisuri dan keluarganya. Jenderal menyembunyikannya, dan sebelum meninggal, dia membisikkannya pada Ling Wei. Permaisuri tahu, dokumen itu ada. Dia tahu, Ling Wei mengandung anak Kaisar. Dia ingin melenyapkan keduanya, menghilangkan semua bukti. Namun, PERMAINAN telah berubah. Racun yang diminum Kaisar bukanlah racun mematikan. Itu adalah ramuan yang membuatnya lumpuh, tidak bisa berbicara. Dan yang terpenting, membuatnya MERASA bersalah. Kaisar, dalam keheningannya, harus menyaksikan kerajaannya dipimpin oleh Permaisuri yang keji. Dia harus melihat penderitaan rakyatnya, tanpa bisa berbuat apa pun. Dan Ling Wei? Ia hanya tersenyum tipis, memainkan *guqin*-nya di bawah cahaya bulan. Dendamnya telah terlaksana, tanpa setetes darah pun tumpah. Takdir berbalik arah, menghukum Kaisar dengan cara yang lebih menyakitkan daripada kematian. Ling Wei membesarkan putranya, pewaris sah tahta, dalam diam dan kesabaran, menunggu waktu yang tepat untuk mengungkap kebenaran. Malam semakin larut, alunan *guqin* berhenti. Ling Wei menatap langit, seolah berbicara pada Kaisar yang tidak berdaya. *Semoga dia ingat wajahku, wajah ibu dari anak yang akan merebut kembali kerajaannya, sebelum matanya tertutup untuk selamanya.*
You Might Also Like: Hey There Explorers Youve Just Found

Share on Facebook