Kisah Seru: Kau Datang Membawa Cinta, Tapi Aku Datang Membawa Api
Kau Datang Membawa Cinta, Tapi Aku Datang Membawa Api
Malam itu merangkak lambat, setiap detiknya terasa seperti jarum es yang menusuk. Salju menari liar di luar paviliun, memutihkan segalanya di bawah rembulan yang pucat. Di dalam, aroma dupa cendana berpadu dengan bau amis yang menusuk – darah. Di atas hamparan salju merah, Ying Yue berlutut, gaun sutranya yang mahal ternoda. Di hadapannya, berdiri Li Wei, matanya sedingin es, bibirnya melengkung sinis.
"Kau datang membawa cinta, Ying Yue," desis Li Wei, suaranya bagai belati yang mengiris udara. "Tapi aku... aku datang membawa api."
Dulu, mereka adalah sepasang kekasih yang dimabuk asmara, terikat oleh janji di bawah pohon plum yang bermekaran. Li Wei, putra seorang jenderal yang dihormati, dan Ying Yue, putri seorang sarjana yang berbakat. Namun, kebahagiaan itu terenggut paksa. Keluarga Li Wei dituduh berkhianat, dihukum mati di depan matanya. Ying Yue, di bawah perintah ayahnya yang licik, menikahi pria yang bertanggung jawab atas kehancuran itu – Kaisar.
"Semua ini... semua ini demi keluargaku," bisik Ying Yue, air mata meleleh di pipinya, membasahi noda darah di dadanya. "Ayahku... dia memaksa..."
Li Wei tertawa hambar, suara itu menggema di tengah kesunyian malam. "Keluargamu? Keluarga yang mengkhianati kepercayaanku, yang merenggut segalanya dariku? Kau pikir aku akan percaya omong kosongmu?"
Api dendam membara dalam hatinya, dipicu oleh pengkhianatan dan kepedihan. Bertahun-tahun dia merencanakan pembalasan ini, menyamar, berlatih ilmu bela diri, dan menantikan saat yang tepat untuk mengungkap kebenaran yang disembunyikan rapat-rapat.
"Dulu, aku mencintaimu, Ying Yue. Lebih dari hidupku sendiri. Tapi cinta itu mati. Yang tersisa hanyalah abu." Li Wei meraih selembar kertas dari meja di dekatnya. "Ini surat wasiat ayahmu. Pengakuan atas pengkhianatannya. Pengakuannya bahwa ia bersekongkol dengan Kaisar untuk menjebak keluargaku."
Ying Yue terisak pilu. Rahasia yang selama ini ia simpan rapat-rapat akhirnya terbongkar. Ayahnya, pahlawan yang ia puja, ternyata adalah seorang pengkhianat keji.
"Kaisar akan segera menerima ganjarannya. Tapi kau... kau akan merasakan kepedihan yang sama seperti yang kurasakan selama ini." Li Wei mendekat, tatapannya dingin dan tak berampun.
Malam itu, di bawah taburan salju yang memutihkan, Li Wei melancarkan balas dendam yang telah lama ia nantikan. Bukan dengan pedang dan pertumpahan darah, tapi dengan mengungkap kebenaran yang akan menghancurkan Ying Yue lebih dari kematian itu sendiri. Dia mengambil kehormatannya, masa depannya, dan semua yang ia yakini benar.
Sebelum pergi, Li Wei berbisik di telinga Ying Yue, "Mulai sekarang, kau hidup dengan kenyataan bahwa cintaku adalah kematianmu."
Ying Yue terbaring di atas salju, air mata membeku di pipinya. Dupa cendana kini bercampur aroma kematian. Janji di atas abu, cinta yang berubah menjadi neraka.
Dan rahasia lama itu... akan terus menghantuinya sampai akhir hayat.
You Might Also Like: Peluang Bisnis Kosmetik Bisnis Rumahan